Untitled Document
     
 
 
'Aisyiyah jelang satu abad: Gerakan praksis sosial untuk kemajuan bangsa

‘Aisyiyah sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar dalam usianya yang hampir satu abad terus bergerak dalam rangka upaya partisipatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks. Dinamisasi gerakan ‘Aisyiyah yang terus menerus mengindikasikan bahwa organisasi ‘Aisyiyah mampu melintasi zaman dan masuk pada zaman global. Perubahan zaman menunjukkan elemen-elemen kemajuan dan kecanggihan teknologi, kemudahan komunikasi, tansportasi, perdagangan, pendidikan dan masyarakat telah mencapai peradaban tinggi yang tergambarkan sebagai masyarakat modern. Era global tidak saja membawa dampak pada tingginya peradaban, namun berjuta persoalan bermunculan dimasyarakat. Era global telah mendorong banyak Negara untuk beralih status dari Negara berkembang menjadi Negara maju, dari Negara miskin menjadi Negara kaya. Berbagai upaya pembangunan dilakukan untuk mentransformasikan masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Kompleksitas masyarakat nampaknya menjadi persoalan tersendiri dalam upaya “modernisasi”, pembangunan yang terus menerus dilaksanakan diberbagai bidang belum seluruhnya dapat dirasakan masyarakat. Berbagai persoalan sosial ekonomi tampak terus bermunculan, sebagaimana lingkaran setan yang sulit diputus mata rantainya. Dampak dari masalah sosial ekononi dapat berakibat terhadap permasalahan lain seperti masalah kesehatan, lingkungan, keagamaan dan lain sebagainya. Tingginya angka kematian Ibu di Nusa Tenggara Barat mestinya sudah tidak terjadi pada masyarakat modern ini. Permasalahan tersebut merupakan salah satu contoh “kemajuan pembagunan” yang belum dapat dinikmati masyarakat. Selain pembanguan fisik dan system, upaya pembangunan manusia berkemajuan yang mempunyai mindset sehat, kaya, berakhlaq dan bermartabat mestinya menjadi prioritas program yang tidak boleh terabaikan. ‘Aisyiyah adalah organisasi gerakan, ikut bertanggung jawab mengambil bagian dalam upaya pemecahan berbagai persoalan tersebut. Gerakan masif, yang efektif, efisien dan aplikatif sangat diperlukan dalam upaya tersebut. Semangat gerakan yang digelorakan oleh KH. Ahmad Dahlan yaitu Al-Maun dijadikan basis teologi untuk implementasi gerakan dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Telah tegas dinyatakan dalam surat Al-Maun bahwa orang yang mendustakan agama adalah mereka yang meterlantarkan anak yatim dan orang miskin. Dimensi spiritual dan sosial kemasyarakatan menjadi pokok penegasan dari surat tersebut, bahwa akan mendapatkan kecelakan kepada orang-orang yang telah mempercayai agama, menunaikan sholat namun belum ada kepedulian sosial. Bertolak dari hal tersebut, maka dalam tanwir I Aisyiyah yang diselenggarakan di Jogyakarta pada tanggal 3 – 5 Dzulhijjah 1433 menetapkan tema: Aisyiyah jelang 1 Abad “Gerakan Praksis Sosial Al-Maun untuk Kemajuan Bangsa”. Tema tersebut sekaligus menjadi tema besar Musyawarah Pimpinan Wilayah I PWA Jawa Tengah yang Insya Allah akan digelar pada tanggal 17 – 19 Dzulhijjah 1433/2-4 Nopember 2012 bertempat di Pusdiklat, Jl. Dr Soetomo Cilacap. Dua orang unsur PWA Jateng yaitu: Dra. Musfirotun Yusuf, MM (wakil ketua) dan Siti Aminah (wakil sekretaris) serta 5 unsur Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah di Jawa Tengah yaitu: Sri Budhiarti (Ketua Majelis Kesehatan PDA Kab. Rembang); Dra. Siti Sholikah, M.Pd ( Ketua PDA Kab. Sukoharjo); Umi Kulsum (wakil ketua III PDA Kab. Magelang) dan Dra. Sri Suryaningsih (sekretaris PDA Kab. Demak), dikirim sebagai peserta Tanwir I di Jogyakarta. Dalam kesempatan pelaporan dinamika PWA, Jawa tengah menyampaikan data amal usaha, program unggulan yang terkemas dalam 7 prioritas program PWA tahun 2010-2015, serta rekomendasi kepada PPA, diantaranya adalah seragam harian kerja nasional, seperti yang dikenakan para peserta Jateng pada hari ke dua Tanwir. Musyawarah Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah ini merupakan permusyawatan tertinggi tingkat Wilayah setelah Musyawarah Wilayah yang diselenggarakan di Purworejo 2 tahun yang lalu. Musypimwil ini adalah media sangat penting dalam rangka evaluasi dinamika organisasi selama 2 tahun pertama ini, dan merumuskan program akzi strategis yang implementatif pada 3 tahun mendatang. Mengingat keberagaman persoalan dan dinamika di setiap Kabupaten Wilayah Jawa Tengah maka, diperlukan keluwesan dan penyesuaian kegiatan pada setiap daerah yang dibingkai secara umum dalam 7 prioritas program ‘Aisyiyah Jawa Tengah yaitu: 1.Terbentuknya desa binaan Qoryah Toyyibah disetiap Cabang 2.Pemasangan papan nama organisasi (papanisasi) di setiap cabang dan Ranting 3.Penguatan kader di amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah 4.Terbentuknya kelompok/komunitas ‘Aisyiyah di setiap amal usaha 5.Data base anggota dimulai dengan pembuatan KTA 6.Penanaman pohon di lingkungan rumah dan amal usaha dalam mewujudkan “hijau bumi-ku, lestari alam-ku” 7.Menggairahkan gerakan “ ‘Aisyiyah Peduli” Selamat ber Musyawarah, berjuang untuk kemajuan. Ditulis oleh: Siti Aminah (Wakil Sekretaris PWA Jateng)
  Untitled Document
BERITA LAIN  
 
Lomba Cipta Seragam Batik
06 Des 2012

 
WISATA NAPAK TILAS LEMBAGA KEBUDAYAAN PWA JATENG
24 Juni 2012

 
Pelatihan Fundraising dan Konsolidasi Organisasi PWA Jawa Tengah
25 Mei 2012

 
Pelatihan Instruktur Baitul Arqom Aisyiyah Tingkat Wilayah Jawa Tengah
06 April 2012

 
Pelatihan Program Manajemen 'Aisyiyah Tingkat Wilayah Jawa Tengah
12 Feb 2012

 
Pembuatan Web Aisyiyah Jawa Tengah
08 Feb 2012

 
 
Indeks Berita  
 
  Dibaca 900 kali | Diposting pada 24 Okt 2012  
   
  Share  
       
       
       
 
     
 
Untitled Document
  Copyright © 2012 Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Tengah